1.Sate Maranggi
Pada mulanya sate maranggi yang terkenal adalah Maranggi Mang Udeng yang berjualan di Kecamatan Plered, tepatnya disekitar terminal Plered. Kemudian berkembang tempat-tempat jualan sate maranggi lainnya mulai dari daerah Wanayasa, Bojong sampai ke Bungursari.
Sate maranggi biasanya terbuat dari dagingkambing atau daging sapi. Cita rasa yang membedakan sate maranggi dengan sate lainnya adalah bumbunya terbuat dari kecap yang memiliki cita rasa paduan manis, asam, dan pedasyang menyentuh lidah kala menikmati sate berbumbu khas ini. Paduan rasa yang menggoda selera ini muncul karena bumbu sate maranggi terbuat dari kecap, sambal cabai hijau ditambah sedikit cuka lahang (cuka yang terbuat dari tebu). Saat disajikan, bumbu kecap itu dilengkapi dengan irisan bawang merahdan tomat segar. Biasanya sate maranggi dihidangkan dengan ketan bakar atau nasi timbel.
Rumah makan atau tempat jualan sate maranggi yang cukup terkenal saat ini adalah Sate maranggi H. Oking di Wanayasa, Sate Maranggi Cihuni, sate maranggi Haji Rasta di Cibungur, sate maranggi Anwar di Pondoksalam, sate maranggi H. Nadi di Cibogo Kecamatan Plered dan Saung marangi di Jl. Kapten Halim. Di masing-masing tempat ada sedikit perbedaan rasa dan penyajian, tapi yang jelas semuanya mempunyai predikat…… ma’nyus….lazisss.
2.Ayam Goreng dan Sambel Sajolna
Apabila anda menyusur jalan Basuki Rahmat tidak jauh dari jembatan Cikao, tepatnya Jl Letjen Basuki Rahmat 157Purwakartaada rumah makan dengan nama ‘Sajolna’. Rumah makan ini bermula hanya sebuah warung makan kecil. Tapi lambat laun, karena banyak yang suka dengan sambel dadakan dan ayam goreng yang gurih dan nikmat, rumah makan makan iniberkembang menjadi rumah makan yang cukup besar.
Ayam goreng yang disajikan mempunyai cita rasa yang khas, ada rasa manis gurih dengan ayam kampung yang sangat empuk. Dipadu dengan rasa sambel hejo yang pedas segar, dijamin pengunjung akan ketagihan untuk kembali datang ke rumah makan ini.Menu lainnya adalah ikan mas goreng, sayur lalab mentah maupun yang sudah direbus, goreng peda, karedok dan makanan khas sunda lainnya.
3.Rumah MakanCiganea
Pada mulanya rumah makan Ciganea ini merupakan rumah makan tempat istiratahatperjalanan bis antar-provinsi, yaitu rute Jakarta-Bandung atau sebaliknya. Namun setelah bebarapa tahun silam, khususnya setelah jalan tol Cipularang dioperasikan, rumah makan ini tidak lagi menjadi tempat istirahat bis antar-provinsi. Pengunjungnya adalah kalangan menengah atas yang memang warga Purwakarta atau dari luar Purwakarta.
Lokasi rumah makan ini cukup strategis, yaitu tepat arah pintu keluar Jatiluhur jalan tol Cipularang. Oleh karenanya banyak para pengunjung rumah makan ini, yang sengaja singgah untuk makan, dalam perjalanannya menuju Bandung atau Jakarta via jalan tol Cipulrang.
Rumah makan ini menyajikan menu hidangan masakan khas Sunda. Ada goreng ikan mas, goreng ayam, gepuk, sayur asam dintambah sambel terasi dan sebagainya.
4.Rumah makan ‘Soto Sadang’
Rumah makan ini dinamakan Soto Sadang, karena memang lokasi awalnya terletak di Sadang Purwakarta. Tepatnya di persimpangan jalan raya menuju Jakarta dengan rel kereta api. Tapi semenjak dibangunnya jalan layang, rumah makan ini pindah ke arah kota Purwakarta, yaitu di Jalan Veteran.
5.Rumah Makan Lainnya
·Rumah makan ‘sambel hejo’ memiliki ciri khas yaitu sambel cabe hijau dan cabe gendot yang lumayan pedasnya. Juga perkedel goreng berbentuk bulat seperti bakso yang sangat gurih rasanya dan garing. Selain itu juga tersedia sop buntut yang sangat lezat. Lokasi rumah makan ini persis berdampingan dengan rumah makan Ciganea. Pengunjung dipersilahkan memilih hendak dimana makan. Tapi yang jelas kedua rumah makan ini, mempunyai hidangan yang cita rasanya sulit dilupakan.
·Rumah makan Ibu Haji Ciganea. Ciri khas rumah makan ini adalah goreng ikan mas yang gurih dan goreng ikan mas kecil yang renyah karena digoreng kering. Selain goreng ikan mas, di rumah makan ini juga tersedia menu hidangan masakan khas Sunda lainnya berikut lalap-lalapannya. Seperti Ayam goreng kampung, gepuk, perkedel jagung atau udang, pencok kacang panjang atau pencok leunca ekstra pedas. Tak lupa, menurut pendapat banyak pengunjung, yang istimewa di Ciganea, tentu lalabnya yang direbus matang. Penggemar daun singkong, daun pepaya dan waluh rebus, bakal dimanjakan di tempat ini.Lokasi rumah makan ini bisa ditemui di Jalan Veteran Purwakarta atau di Jalan Raya Pramuka yang menjadi jalur Bandung- Purwakarta tidak melalui jalur tol Cipularang.
·Rumah makan ‘Ibu Haji Ani’ lokasinya di jalur jalan Ir. Haji Juanda atau jalan menuju ke arah Bendungan Jatiluhur. Menu hidangan utama rumah makan ini adalah berbagai aneka pepes. Ada pepes ikan mas, pepes ikan teri, pepes jeroan, pepes ayam dan sebagainya. Pokoknya keinginan pengunjung akan segala macam pepes, dapat ditemui di rumah makan ini.
·Rumah makan ‘Pak Yadi’. Rumah makan ini terkenal dengan ikan bakar betutu yang enaknya luar biasa. Ikan betutu yang bentuknya mirip ikan sapu-sapu dalam ukuran besar, memiliki keunikan tersendiri. Ikan ini hidup di tepian danau Jatiluhur, tidak diternakan. Ditangkap dengan cara dipanjcing atau dijaring. Ikan ini mampu bertahan hidup di darat selama delapan jam tanpa diberi air sedikitpun. Kelebihan dari ikan bakar batutu adalah dagingnya yang tebal, empuk, gurih dan memiliki kadar protein tinggi. Selain ikan bakar Betutu, tersedia juga ikan bakar dari berbagai jenis. Bahkan ayam bakar pun ada (biasa disebut ‘bakakak’). Rumah makan ini berada tepat di tepi danau Jatiluhur, tepatnya di Kawasan wisata Jatiluhur.
*) Sebenaranya masih banyak tempat-tempat makan yang enak dan khas di Purwakarta, namun karena keterbatasan waktu peliputan, artikelnya akan kami muat dalam kesempatan lain
Aneka Jajanan Khas
Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Purwakarta pulang tanpa membawa oleh-oleh. Makanan khas yang sering dijadikan oleh-oleh adalah Simping. Cemilan ini berbentuk lingkaran pipih, umumnya berwarna putih dan sangat renyah. Bahan utamanya terbuat dari campuran tepung terigu dan tapioka yang dibentuk adonan, kemudian dipanggang dengan alat khusus. Sentra produksinya ada di daerah Kaum Purwakarta, tidak jauh dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Purwakarta. Simping tersedia dengan aneka rasa, ada rasa pandan, nangka, cabai, bawang, udang, keju, kencur, pisang dan susu.
Selain kue simping, ada juga penganan unik lainnya, yaitu Tape Bendul (Sunda: Peuyeum Bendul). Tape bendul terbuat dari bahan baku singkong, diberi ragi dan difermentasi selama satu malam. Peuyeum Bendul ini berbeda dengan tape umumnya, bentuknya lebih besar dan dijajakan dengan digantung. Pemandangan Peuyeum Bendul ini bisa dilihat jika melintas dari Cikampek lalu menyusuri Jalan Raya Bungursari, di kiri kanan jalan akan terlihat warung-warung makanan yang menjual Peuyeum Bendul itu. Demikian pula bila menyusuri jalan raya di Wilayah Kecamatan Darangdan dari Bandung Menuju Purwakarta, di kira kanan jalan juga banyak didapati warung-warung makanan yang menjual Peuyeum Bendul. Jenis tape ini banyak dipruduksi di daerag Desa Sukatani dan Desa Cibodas.